Google+ Followers

Sunday, 14 October 2018

BAB II
DASAR-DASAR 
ILMU  LINGKUNGAN  EKOLOGI  DAN  EKOSISTEM


Lingkungan hidup dapat diartikan sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan mahluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya (UU No. 23 Tahun 1997).
2.1. Definisi Lingkungan Hidup Indonesia
Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Sedangkan ruang lingkup lingkungan hidup Indonesia meliputi ruang, tempat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berWawasan Nusantara dalam melaksanakan kedaulatan, hak berdaulat, dan yurisdiksinya

DEFINISI LINGKUNGAN HIDUP
Lingkungan hidup dapat didefinisikan sebagai:

1. Daerah di mana sesuatu mahluk hidup berada.
2. Keadaan/kondisi yang melingkupi suatu mahluk hidup.
3. Keseluruhan keadaan yang meliputi suatu mahluk hidup atau
     sekumpulan mahluk hidup, terutama:
a. Kombinasi dari berbagai kondisi fisik di luar mahluk hidup yang mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan kemampuan mahluk hidup untuk bertahan hidup.
b. Gabungan dari kondisi sosial and budaya yang berpengaruh pada keadaan suatu individu mahluk hidup atau suatu perkumpulan/komunitas mahluk hidup.
Istilah lingkungan dan lingkungan hidup atau lingkungan hidup manusia  seringkali digunakan silih berganti dalam pengertian yang sama.
BIOSFER
Biosfer merupakan lapisan tipis batas penyebaran jenis kehidupan, dihuni lebih dari 1,5 juta macam tumbuhan dan binatang. Untuk itu dalam mempelajari lingkungan perlu dipahami makna ekologi dan ekosistem mahluk hidup.
  Istilah ekologi diperkenalkan pada tahun 1869, oleh ahli biologi dari Jerman bernama Ernst Haeckel. Istilah ini berasal dari kata oikos (rumah tangga) dan logos (telaah, studi). Ekologi adalah kajian mengenai hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi antara organisme dengan lingkungannya. Satuan fungsional dasar dalam ekologi adalah ekosistem
EKOSISTEM
fungsi ekosistem adalah:
1.  volume dan tingkat aliran berbagai elemen, seperti karbon, nitrogen, phospordan sebagainya dalam ekosistem;
2.  besarnya dan tingkat aliran energi melalui ekosistem;
3.  proses-proses perubahan lingkungan abiotik oleh pengaruh
     organisme;
4proses yang terjadi karena lingkungan abiotik mempengaruhi lingkungan biotik;
5.  peristiwa yang mengatur tingkat populasi.
  Sedangkan yang dimaksud sebagai struktur ekosistem adalah:
1.
jenis, jumlah dan distribusi tanaman dan hewan,
     2. jenis, banyaknya dan distribusi komponen abiotik,    seperti oksigen (O2), karbondioksida (CO2), air (H2O),  panas, nitrat, sinar matahari dan lainnya. 
KOMPONEN EKOSISTEM
komponen ekosistem adalah komponen fisik (abiotik) dan hayati(biotik) yang saling berinteraksi.
Dilihat dari fungsinya, ekosistem terdiri atas dua komponen:
a.  Komponen autrotof, yaitu  organisme  yang  mampu  menyediakan  atau men-  sintesis makanannya
      sendiri dengan bantuan energi matahari dan klorofil.
b.  Komponen heterotrofyaitu  organisme  yang  mampu  memanfaatkan  bahan organik  sebagai
      makanannya  dan bahan  tersebut disediakan oleh  organisme  lain.
   Sedangkan jika dilihat dari segi penyusunannya maka ekosistem dibedakan dalam 4 komponen:
   a.   Bahan tak hidup (abiotik, non hayati), yaitu komponen fisik dan kimia yang terdiri  atas  tanah,  air, 
         udara,   matahari  dan  sebagainya  yang  merupakan medium/substrat untuk berlangsungnya
         kehidupan.
   b.   Produsen, yaitu organisme autrotof.
   c.   Konsumen, yaitu organisme heterotrof, misal: hewan dan manusia.
   d.   Pengurai  atau  perombak  (dekomposeryaitu   organisme   heterotrof  yang  mengurai bahan
         organik dari organisme mati  dan  menyerap  sebagian  hasil   penguraian  serta  melepas  bahan-
         bahan  sederhana  yang  dapat  digunakan kembali oleh produsen.
komponen penyusun ekosistem
Dari segi penyusunannya maka ekosistem dibedakan dalam 4 komponen:
   a.   Bahan tak hidup (abiotik, non hayati), yaitu komponen fisik dan kimia    yang terdiri  atas  tanah,  air,  udara,   matahari  dan  sebagainya  yang  merupakan medium/substrat untuk berlangsungnya kehidupan.
   b.   Produsen, yaitu organisme autrotof.
   c.   Konsumen, yaitu organisme heterotrof, misal: hewan   dan manusia.
   d.   Pengurai  atau  perombak  (dekomposeryaitu   organisme   heterotrof      yang  mengurai bahan organik dari organisme mati  dan  menyerap     sebagian  hasil   penguraian  serta  melepas  bahan-  bahan  sederhana  yang  dapat  digunakan kembali oleh produsen.

Aliran Energi dan Materi
Ekosistem berfungsi karena adanya aliran energi (rantai makanan) dan daur materi. Rantai makanan adalah suatu sistem kehidupan yang disusun oleh tumbuhan dan berbagai  jenis hewan dalam bentuk tumbuhan sebagai mata rantai pertama (produsen) yang dimakan oleh hewan tertentu(konsumen I) kemudian konsumen I dimakan oleh konsumenII, dan seterusnya berakhir pada konsumen tingkat tertentu
     (konsumenke-n).  Sedangkan daur materi adalah rantai makanan yang disambung oleh mikrobia yang menguraikan bangkai yang sudah mati menjadi mineral dimana mineral tersebut menjadi bagian dari penyusun tumbuhan.
TIPE-TIPE EKOSISTEM
Pada dasarnya ekosistem dibedakan menjadi dua tipe utama yaitu:
1.  Ekosistem darat (terestrial), contoh: padang  rumput, hutan, tundra dan   gurun. Tipe ini didasarkan pada vegetasi yang dominan.
2.  Ekosistem air (akuatik), contoh: ekosistem air tawar, estuarina dan marine.  Tipe ini dibedakan atas dasar sifat kimiawi air  yaitu kadar garam.
      Tipe ini dibedakan atas dasar sifat kimiawi air yaitu kadar garam.Ekosistem darat lebih dikenal dengan bioma. Bioma didefinisikan sebagai suatu satuan komunitas pada ekosistem hasil interaksi iklim regional dengan biota dan substratnya. Faktor pengatur distribusi bioma adalah ketinggian, garis lintang, temperatur, angin, curah hujan dan jenis tanah. Contohnya adalah bioma di Pegunungan Andes, Himalaya dan Rocky akan berbeda-beda
TIPE-TIPE BIOMA
Menurut Whittaker (1970), tipe-tipe bioma adalah sebagai berikut:
1.
Hutan hujan tropika (tropical rain forests)
  2. Hutan musim tropika (tropical seasonal forests)
  3. Hutan hujan iklim sedang (temperate rain forests)
  4. Hutan pegunungan tropika (tropical mountain       forests)
  5. Savana, padang rumput di daerah tropika disertai    pohon-pohon besar.
  6. Taiga (sub artic-sub alpine needle-leaved forests)
  7. Gurun. 
Macam-macam tipe ekosistem lainnya
1. Ekosistem sungai
  2. Ekosistem pegunungan dan gua kapur
 Multi fungsi ekosistem gua menyangkut gatra:
  a. Hidrologi, sebagai sumber air.
  b. Pariwisata, karena keunikan fisik.
  c. Arkeologi, karena merekam keadaan masa lalu.
  d. Ekologi, karena fungsi penyerbuk dan pengendali hama.
  e. Geologi, pertambangan guano dan gamping.
  f. Biologi, karena keunikan hayatinya.
  3. Ekosistem hutan hujan tropis
  4. Ekosistem pantai
          Ekosistem pantai, sering disebut dengan bioma pesisir dan laut, adalah       kesatuan habitat dan komunitas yang meliputi daerah pasang surut, hamparan      pantai, hutan mangrove, padang lamun, muara sungai (estuaria), terumbu
      karang dan lautan terbuka.
       Ekosistem pesisir adalah suatu wilayah yang secara hayati ditumbuhi oleh             vegetasi khas pantai dan secara fisik terpengaruh oleh keadaan pasang surut air laut, bisa sampai beberapa km dari pinggir laut di pantai.
 TipeTipe Ekosistem
Salah satu masalah dalam ekosistem pesisir adalah perubahan garis pantai yang dapat mempengaruhi keseimbangan ekologi dan nantinya dapat mempengaruhi sektor pariwisata. Bentuknya adalah abrasi dan akresi. Abrasi adalah semacam erosi atau pengikisan pantai oleh gelombang dan hempasan ombak, sehingga garis pantai bergeser menuju kearah daratan. Akresi merupakan penambahan lahan hasil sedimentasi dan pengendapan sungai, sehingga garis pantai bergeser ke arah laut.
 
  5. Ekosistem mangrove
 
Hutan mangrove adalah hutan pantai di pinggir laut yang berperan dalam           perlindungan ekosistem pesisir dan lautanFungsi utama ekosistem mangrove adalah:
       a. Fungsi fisik, menjaga kestabilan garis pantai, mempercepat perluasan lahan, melindungi             pantai dan tebing sungai serta mengolah bahan  limbah.
       b. Fungsi biologik, berupa tempat benih ikan, udang dan kerang, tempat  sarang burung-     burung     serta habitat alami bagi banyak jenis biota. 
     c. Fungsi ekonomi yang potensial untuk tambak, tempat pembuatan garam, rekreasi dan         penghasil kayu.
SYARAT FISIKA-KIMIA AIR LAUT UNTUK PERTUMBUHAN HUTAN MANGROVE
a. Air pasang,
  b. Salinitas, tingkat kadar garam Na Cl dalam laut,
  c. Arua permukaan air laut,
  d. Suhu, dengan temperatur air laut 27 - 34° C.
6. Ekosistem Terumbu Karang
    Ekosistem laut adalah seluruh wilayah laut yang terikat dalam satu sistem ekologi. Terumbu karang (coral reef) merupakan gabungan dari berbagai macam jenis hewan yang membuat kerangka pelindung atau tempat hidup  dari bahan kapur, organisme ini memerlukan iklim tropis 
BENTUK TERUMBU KARANG
Ada 3 macam bentuk terumbu karang yaitu:

a.
Terumbu karang pantai (fringing reef, shore reef).
b.
Terumbu karang penghalang (barier reef).
c.
Terumbu karang cincin (atol) yang melingkari sebuah goba atau
          lagoon.
Pertumbuhan terumbu karang tergantung pada 6 faktor pembatas utama berupa:
a.
Cahaya matahari,
b.
Kejernihan air,
c.
Suhu antara 25 - 28° C,
d.
Arus air laut,
e.
Salinitas,
f.
Substrat yang keras untuk pelekatan larva karang (planula) untuk     terbentuknya koloni baru.
7. Ekosistem binaan Merupakan ekosistem bentukan hasil buatan manusia.
KERAWANAN EKOSISTEM
Kemunduran (degradasi) ekosistem adalah menurunnya fungsi ekosistem yang  disebabkan oleh kerawanan. Degradasi ini dapat dilihat darimenurunnya kualitas dan kuantitas fungsi ekosistem. Kerawanan yang menimbulkan degradasi fungsi ekosistem dapat disebabkan oleh dua macam
 hal yaitu peristiwa alami dan karena kegiatan manusia.
1. Degradasi ekosistem oleh peristiwa alami
       Penyebab alami ini dapat dibedakan menjadi:
   a. Kebakaran,
   b. Pemangsaan,
   c. Badai topan,
   d. Letusan gunung berapi,
   e. Banjir,
   f. Kekeringan,
   g. Wabah penyakit tanaman,
   h. Longsor dan pergeseran.
KERAWANAN EKOSISTEM
Degradasi ekosistem oleh kegiatan
manusia. Bentuk aktivitas manusia 
yang menyebabkan degradasi adalah 
kehutanan,    pertanian,perumputan
pertambangan, pengembangan sumber daya air, 
konstruksi jalan raya dan Urbanisasi