Type semen
k
9.1. JENIS SEMEN
& FUNGSINYA
9.2. Jenis
Semen biasa/ Abu –Abu
9.2.1. Jenis Semen
Portland Type I
9.2. 2. Jenis Semen
Portland Type II
9.2.3. Jenis Semen
Portland Type III
9.2.4. Jenis Semen
Portland Type IV
9.2.5. Jenis Semen
Portland Type V
9.3. Jenis
Semen Campur
9.3.1. Portland
Composite Cement (PCC)
9.3.2. Super Portland
Pozzolan Composite Cement (PPC)
9.3.3. Special
Blended Cemeny (SBC)
9.3.4. Super
Masonry Cement (SMC)
9.3.5.
Oil Well Cement (OWC) Class G-HSR (High Sulfate Resistance)
9.3.6. Semen
Thang Long PCB40
9.3.7.
Semen Thang Long PC50
a.
Semen Putih ( white portland cement)
b.
Semen Acian Putih/Mortar
TR30
KIMIA
DASAR PERTEMUAN KE 9
PENYUSUN
DAN TYPE SEMEN
9.1. JENIS SEMEN
& FUNGSINYA
Banyak orang mengira bahwa semua jenis semen sama saja, tapi
ternyata terdapat beragam macam jenis produk. Bahkan, hanya beberapa tipe yang
memang lumrah dijual sebagai retail di pasaran, sedangkan
sebagian lagi tak bisa ditemukan di pasaran karena hanya bisa dibeli melalui
pemesanan khusus. Beragam jenis ini jelas memiliki beberapa tipe dengan
karakter dan kegunaan yang berbeda-beda. Tipe semen untuk membangun rumah, tentu
berbeda dengan material semen yang digunakan untuk proyek besar seperti halnya
membuat sumur bumi. Harga
semen pun berbeda-beda sesuai dengan
bahan bakunya. Berikut Lamudi berikan informasi mengenai jenis, tipe, kegunaan, dan karakter yang dimiliki oleh
semen.
9.2. Jenis
Semen biasa/ Abu –Abu
Semen jenis ini memiliki nama
lain Portland yang merupakan semen bubuk yang berwarna abu kebiruan.
Kegunaannya antara lain untuk penggunaan umum seperti rumah dan bangunan
tinggi. Berbahan dasar batu kapur atau gamping yang diolah dengan dalam suhu
tinggi.
Ada 5 tipe yang berbeda
diantaranya:
9.2.1. Jenis Semen
Portland Type I
Jenis semen portland type I
mungkin yang paling familiar disekitar Anda karena paling banyak digunakan oleh
masyarakat luas dan beredar di pasaran. Jenis ini biasa digunakan untuk
konstruksi bangunan umum yang tidak memerlukan persyaratan khusus untuk hidrasi
panas dan kekuatan tekan awal. Kegunaan Semen Portland Type I diantaranya
konstruksi bangunan untuk rumah permukiman, gedung bertingkat, dan jalan
raya. Karakteristik Semen Portland Type I ini cocok digunakan
di lokasi pembangunan di kawasan yang jauh dari pantai dan memiliki kadar
sulfat rendah.
9.2. 2. Jenis Semen
Portland Type II
Kondisi letak geografis ternyata
menyebabakan perbedaan kadar asam sulfat dalam air dan tanah dan juga tingkat
hidrasi. Oleh karena itu, keadaan tersebut mempengaruhi kebutuhan semen yang
berbeda. Kegunaan Semen Portland Type II pada umumnya sebagai
material bangunan yang letaknya dipinggir laut, tanah rawa, dermaga, saluran
irigasi, dan bendungan. Karakteristik Semen Portland Type II yaitu
tahan terhadap asam sulfat antara 0,10 hingga 0,20 persen dan hidrasi panas
yang bersifat sedang.
9.2.3. Jenis Semen
Portland Type III
Berbeda dengan tipe I yang digunakan untuk konstruksi
tanpa persyaratan khusus, kegunaan semen portland type III memenuhi
syarat konstruksi bangunan dengan persyaratan khusus. Karakteristik
Semen Portland Type III diantaranya adalah memiliki daya tekan awal
yang tinggi pada permulaan setelah proses pengikatan terjadi, lalu kemudian
segera dilakukan penyelesaian secepatnya. Jenis semen Portland type III digunakan
untuk pembuatan bangunan tingkat tinggi, jalan beton atau jalan raya bebas
hambatan, hingga bandar udara dan bangunan dalam air yang tidak memerlukan
ketahanan asam sulfat. Ketahananya Portland Type III menyamai kekuatan umur 28
hari beton yang menggunakan Portland type I.
9.2.4. Jenis Semen
Portland Type IV
Karakteristik Semen Portland
IV adalah jenis semen yang dalam
penggunaannya membutuhkan panas hidrasi rendah. Jenis semen portland type
IV diminimalkan pada fase pengerasan sehingga tidak terjadi keretakkan.
Kegunaan Portland Type IV digunakan untuk dam hingga lapangan udara.
9.2.5. Jenis Semen
Portland Type V
Karakteristik Semen Portland
Type V untuk konstruksi bangunan
yang membutuhkan daya tahan tinggi terhadap kadar asam sulfat tingkat tinggi
lebih dari 0,20 persen. Kegunaan Semen Potrtland Type V dirancang
untuk memenuhi kebutuhan di wilayah dengan kadar asam sulfat tinggi seperti
misalnya rawa-rawa, air laut atau pantai, serta kawasan tambang. Jenis bangunan
yang membutuhkan jenis ini diantaranya bendungan, pelabuhan, konstruksi dalam
air, hingga pembangkit tenaga nuklir.
9.3. Jenis
Semen Campur
Beberapa jenis semen campur
diantaranya:
9.3.1. Portland
Composite Cement (PCC)
Kegunaan Portland Composite
(PCC) ini secara luas adalah bahan pengikat
untuk konstruksi beton umum, pasangan batu bata, beton pra cetak, beton pra
tekan, paving block, plesteran dan acian, dan sebagainya. Karakteristik
Portland Composite Cement (PCC) lebih mudah dikerjakan, kedap
air, tahan sulfat, dan tidak mudah retak. Material ini terdiri dari beberapa
unsur diantaranya terak, gypsum, dan bahan anoraganik.
9.3.2. Super Portland
Pozzolan Composite Cement (PPC)
Kegunaan super portland pozzolan
composite cement diantaranya adalah sebagai konstruksi beton massa, konstruksi
di tepi pantai dan tanah rawa yang harus memiliki ketahanan terhadap sulfat,
tahan hidrasi panas sedang, pekerjaan pasangan dan plesteran. Beberapa jenis
bangunan yang menggunakan produk ini diantaranya perumahan, jalan raya,
dermaga, irigasi, dan sebagainya. Semen ini merupakan pengikat hidrolis seperti
halnya PCC namun terdiri dari campuran terak, gypsum, dan pozzolan.
9.3.3. Special
Blended Cemeny (SBC)
Ada yang istimewa dari jenis
special belended cement (SBC) atau semen campur karena khusus dirancang dalam
pembangunan jembatan terbesar yang menghubungkan Surabaya dengan Madura yang
dikenal dengan Jembatan Suramadu. Karakteristik special blended cement tentu
memenuhi kebutuhan konstruksi bangunan pada air laut seperti halnya jembatan
Suramadu yang berdiri diatas laut.
9.3.4. Super
Masonry Cement (SMC)
Kegunaan Super Masonry Cement
(SMC) diantaranya sebagai bahan
baku genteng beton, tegel, hollow brick, dan paving block. Selain itu,
digunakan hanya pada kisaran konstruksi bangunan rumah atau irigasi dengan
struktur beton paling besar K225. Tipe ini pertama kali diperkenalkan di USA.
9.3.5.
Oil Well Cement (OWC) Class G-HSR (High Sulfate Resistance)
Material yang digunakan untuk
sumur bumi. Karakteristik Oil Well Cement (OWC) Class G-HSR yang tahan terhadap
sulfat tinggi ini merupakan jenis yang dibuat untuk kegunaan khusus di
kedalaman dan temperatur tertentu yang bisa disesuaikan dan kecepatan
pengerasan dikurangi. Diantara proyek yang menggunakan material ini yaitu sumur
minyak bumi di bawah permukaan bumi dan laut.
9.3.6. Semen
Thang Long PCB40
Karakteristik semen thang long
PCB40 yang memiliki daya tahan tinggi terhadap sulfat sesuai untuk konstruksi
bangunan bawah tanah dan air. Tak hanya itu, semen ini juga memeiliki daya
tahan terhadap penyerapan air, erosi lingkungan, dan tahan lama. Jenis ini juga
hemat digunakan karena kekuatannya. Iklim Vietnam sangat pas untuk penggunaan
jenis semen ini.
9.3.7.
Semen Thang Long PC50
Kegunaan semen thang long PC50
yang banyak digunakan untuk proyek-proyek besar dan rumit sehingga membutuhkan
jenis semen dengan spesifikasi tinggi. Standarisasi yang setara Asia, Eropa,
bahkan Amerika ini diaplikasikan untuk jembataan hingga pembangkir listrik.
Karakteristik semen thang long PC50 diantaranya memiliki ketahanan tinggi
terhadap sulfat sehingga bisa pula digunakan di bawah tanah dan air.
a.
Semen Putih ( white portland cement)
Kegunaan semen putih diaplikasikan untung lapisan keramik
hingga dekorasi interior dan eksterior bangunan. Merek yang beredar dipasaran
adalah Semen Tiga Roda, Plamur Kingkong, Semen Putuh Cap Gajah dan Semen Putih
Panda.
b.
Semen Acian Putih/Mortar
TR30
Katarekteristik semen acian putih atau mortar TR30 ialah
memiliki daya rekat yang tinggi dan dapat menghasilkan permukaan acian yang
lebih halus. Oleh karena itu, tidak mudah retak, dan terkelupas. Waktu
pengerjaannya juga cenderung lebih cepat. Kegunaan semen acian putih adalah
untuk untuk finishing seperti diantaranya plesteran, acian,
pasangan keramik.
Komentar
Posting Komentar