KIMIA
DASAR PERTEMUAN KE 4
TERMOKIMIA
Termokimia
merupakan bagian dari ilmu kimia yang mempelajari reaksi-reaksi kimia beserta
perubahan kalor yang menyertainya. Kalor adalah bentuk energi yang berhubungan
dengan perbedaan temperatur atau suhu tetapi kalor tidak sama dengan
suhu. sebagai ilustrasi perhatikan contoh berikut :
misalnya
kita memanaskan dua panci air, kedua panci mempunyai suhu yang sama yakni 250C
dan kita panaskan hingga keduanya bersuhu 750C. Panci pertama berisi
1 liter air sedangkan panci kedua berisi 2 liter air. Dari peristiwa ini dapat
dikatakan bahwa perubahan temperatur kedua benda sama yakni 750C -
250C = 500C. Namun, kalor air dalam panci kedua dua kali
lebih besar dari air dalam panci pertama, karena jumlah airnya 2 kali lebih
banyak. Jadi selain dipengaruhi oleh temperatur, kalor juga dipengaruhi oleh
kapasitas kalor benda.
5.1. Kalor
Kalor
adalah sebagai energi yang dipindahkan karena perbedaan suhu. Energi sebagai
kalor mengalir dari benda yang lebih panas (suhu lebih tinggi) ke benda yang
lebih dingin(suhu lebih rendah).
KAPASITAS KALOR suatu zat adalah masukan energi yang diperlukan untuk menaikkan temperaturnya sebesar 1 0C. Kapasitas kalor tergantung pada jumlah zat.
∆T
= Tf – Ti dimana Tf adalah suhu akhir, dan suhu awal adalah Ti
Dalam perhitungan yang lain energi kalor
adalah hukum kekekalan energi. Dlm interaksi antara benda-benda atau zat-zat ,
energi total tetap sama. Contoh dalam
pertukaran energi kalor di antara timbal (qtimbal) dan air (qair ) jumlah total energi kalor
harus nol.
qtimbal + qair = 0
atau qtimbal =- qair
jadi kedua suhu harus sama besar dan tanda
nya berlawanan. Kalor yang dilepas kan oleh satu benda harus diterima benda lain.
Kalor
Reaksi adalah banyaknya energi kalor. diberi lambang qrxn . Ketika proses
metabolisme sukrosa (gula tebu)
berlangsung dalam tubuh , terjadilah deret reaksi kimia yang rumit dan konversi
energi. Seperti hasil pembakaran sempurna sukrosa yaitu menghasilkan CO2(g) dan H2O(c).
C12
H22 O11(p) +12 O2(g) 12 CO2(g) +11 H2O(c)
Pada laboratorium penentuan kalor reaksi
dilakukan dengan alat kalorimeter. Pada percobaan di laboratorium, penetuan
kalorimeter bom yaitu pereaksi dan hasil reaksinya. Pada reaksi ini memerlukan
tiga kalor yaitu, qrxn , qair dan q
kalorimeter . Maka persamaannya menjadi:
qrxn + qair + q kalorimeter = 0 atau
qrxn = - (qair + q kalorimeter)
contoh soal
1. Pembakaran 1,010g sukrosa C12 H22
O11 dalam kalorimeter bom ,
menyebabkan suhu air
meningkat dari 24,92 menjadi 28,33oC, Kalorimeter berisi 980 g air dan kapasitas kalor
kalorimeter 785 J/oC.
a. Berapakah kalor pembakaran
sukrosa dinyatakan dalam KJ/C12
H22 O11 ?
b. Berapakah kalori, apabila satu
sendok teh gula pasir mengandung ( 4,98 g) ?
Hitung masing-masing qair dan q kalorimeter
secara terpisah, karena 1 kal = 4,184 J kalor
jenis air ditulis sebagai 4,184 J (gH2O)-1
0C-1
qair = 980,0 g H2O x 4,184J x (28,33-24,92)0C = 1,40 x104
J
gH2O 0C-
qkalorimeter = 785J N X
(28,33-24,92)0C= 2,68 x 103J= 0,27 x 104J
0C
sekarang hitung qrxn untuk 1,010 g
qrxn = - (qair
+ q kalorimeter)
=- (1,40 x104 J+ 0,27 x 104J)=
-1,67 x 104 J
Per
gram C12 H22 O11
qrxn
= -1,67 x 104 J = -1,65 x 104 J/ g C12
H22 O11 =
-16,5 kJ/ g C12 H22 O11
1,010 g C12 H22 O11
q rxn
= -16,5 kJ
x 342 g C12 H22 O11 = -5,643 x 103 kJ/mol C12
H22 O11
C12 H22 O11 1 mol C12 H22 O11
b. Salah satu kuantitas
kalor yg di hitung pada bagian adalah kalor pembakaran per gram sukrosa
yg diperlukan adalah kalor pembakaran 4,8
g(satu sendok teh)sukrosa sehingga perlu
mengubah hasil tersebut menjadi kkal.
jumlah kkal= -16,5
kJ x 4,8 g C12 H22 O11 x 1 kkal = -19kkal
C12 H22
O11 4,184 k
2.Perubahan asam
benzoat sering digunakan dilaboratorium untuk menentukan kapasitas kalor dari
kalorimeter bom yang digunakan jika pembakaran 1,000g contoh asam benzoat (C7 H6 O2)
menyebabkan suhu air naik sebanyak 4,960C, ketika kalorimeter bom
berisi 1085g air, berapakah kapasitas kalor dari kalorimeter?(buku pedoman
mencantumkan kalor pembakaran asam benzoat sebesar-26,42kJ/g)
Jawab: q rxn = -26,42kJ=-2,642 x 104J
=-[(1085 g air x 4,184 J x 4,960C) + (kapasitas kalor x
4,960C)]= -2,642 x 104
Jg air 0C
=
-2,25 x104 J - kapasitas kalor x 4,960C= -2,642 x 104 J
kapasitas kalor = -2,25 x104 J+ 2,642 x 104
J
4,960C
= 7,9 x
102 J/0C
Komentar
Posting Komentar