KULIAH
KIMIA DASAR PERTEMUAN KE LIMA
KIMIA DAN APLIKASINYA
DALAM TEKNIK SIPIL
4.1. MATERIAL
Di bidang Teknik
Sipil, ilmu Kimia seringkali sangat dibutuhkan. Penggunaan bahan dalam
pembangunan kontruksi sipil seperti . Semen, kayu, cat, pipa PVC, dan beton
dihasilkan melalui riset yang berdasarkan ilmu Kimia. Kain sintetis yang Anda
gunakan juga merupakan hasil penerapan ilmu Kimia.
4.1.1.Pipa PVC Polivinil klorida
PVC, adalah
polimer termoplastik urutan ketiga dalam hal jumlah pemakaian di dunia, setelah
polietilena dan polipropilena. Di seluruh dunia, lebih dari 50% PVC yang
diproduksi dipakai dalam konstruksi. Sebagai bahan bangunan, PVC relatif murah,
tahan lama, dan mudah dirangkai. PVC bisa dibuat lebih elastis dan fleksibel
dengan menambahkan plasticizer, umumnya ftalat. PVC yang fleksibel umumnya
dipakai sebagai bahan pakaian, perpipaan, atap, dan insulasi kabel listrik. PVC
diproduksi dengan cara polimerisasi monomer vinil klorida (CH2=CHCl). Karena
57% massanya adalah klor, PVC adalah polimer yang menggunakan bahan baku minyak
bumi terendah di antara polimer lainnya. Proses produksi yang dipakai pada
umumnya adalah polimerisasi suspensi.
Pada proses ini,
monomer vinil klorida dan air diintroduksi ke reaktor polimerisasi dan
inisiator polimerisasi, bersama bahan kimia tambahan untuk menginisiasi reaksi.
Kandungan pada wadah reaksi terus-menerus dicampur untuk mempertahankan
suspensi dan memastikan keseragaman ukuran partikel resin PVC. Reaksinya adalah
eksotermik, dan membutuhkan mekanisme pendinginan untuk mempertahankan reaktor
pada temperatur yang dibutuhkan. Karena volume berkontraksi selama reaksi (PVC
lebih padat dari pada monomer vinil klorida), air secara kontinu ditambah ke
campuran untuk mempertahankan suspensi. Ketika reaksi sudah selesai, hasilnya,
cairan PVC, harus dipisahkan dari kelebihan monomer vinil klorida yang akan
dipakai lagi untuk reaksi berikutnya. Lalu cairan PVC yang sudah jadi akan
disentrifugasi untuk memisahkan kelebihan air. Cairan lalu dikeringkan dengan
udara panas dan dihasilkan butiran PVC.
Pada operasi normal, kelebihan monomer vinil
klorida pada PVC hanya sebesar kurang dari 1 PPM. Proses produksi lainnya,
seperti suspensi mikro dan polimerisasi emulsi, menghasilkan PVC dengan butiran
yang berukuran lebih kecil, dengan sedikit perbedaan sifat dan juga perbedaan
aplikasinya. Produk proses polimerisasi adalah PVC murni. Sebelum PVC menjadi
produk akhir, biasanya membutuhkan konversi dengan menambahkan heat stabilizer,
UV stabilizer, pelumas, plasticizer, bahan penolong proses, pengatur termal,
pengisi, bahan penahan api, biosida, bahan pengembang, dan pigmen pilihan.
4.1.2
Semen
Dalam perkembangan
zaman semen diciptakan untuk memenuhi pesanan akan bangunan yang kian
meningkat. Salah satu terapan kimia dalam bidang teknik sipil adalah pembuatan
semen. Karena itu perlu dikaji lebih khusus, semen merupakan bahan dasar dari
sebuah bangunan. Maka perlu kita ketahui kandungan semen : Trikalsium silikat
Dikalsium silikat Trikalsium aluminat Tetrakalsium aluminofe Gipsum 1.c BETON
Beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi
aggregat dan pengikat semen. Bentuk paling umum dari beton adalah beton semen
Portland, yang terdiri dari agregat mineral (biasanya kerikil dan pasir), semen
dan air. Biasanya dipercayai bahwa beton mengering setelah pencampuran dan
peletakan. Sebenarnya, beton tidak menjadi padat karena air menguap, tetapi
semen berhidrasi, mengelem komponen lainnya bersama dan akhirnya
membentuk material seperti-batu. Beton digunakan untuk
membuat perkerasan jalan, struktur bangunan, fondasi, jalan, jembatan
penyeberangan, struktur parkiran, dasar untuk pagar/gerbang, dan semen dalam
bata atau tembok blok. Nama lama untuk beton adalah batu cair. Dalam
perkembangannya banyak ditemukan beton baru hasil modifikasi, seperti beton
ringan, beton semprot (eng: shotcrete), beton fiber, beton berkekuatan tinggi,
beton berkekuatan sangat tinggi, beton mampat sendiri (eng: self compacted
concrete) dll. Saat ini beton merupakan bahan bangunan yang paling banyak
dipakai di dunia.
4.1.3
Cat Kayu dan Tembok
Cat digunakan
untuk memperindah ruangan dengan warna yang menarik. Cat yang biasanya sering
dipakai adalah cat kayu dan cat tembok. Daya lekat antara cat tembok dan cat
kayu berbeda. Cat kayu mempunyai daya rekat yang lebih kuat daripada cat
tembok. Bahan kimia yang ada dalam cat tembok di anataranya adalah kalsium
karbonat (CaCo), titanium dioksida (TiO), PVAC (Poly Vinly Acrylic), kaolin,
pigmen, dan air. Kalsium karbonat dan titanium dioksida digunakan ebagai bahan
baku utama dalam cat tembok. PVAC digunakan sebagai bahan Kimia Dalam Cat. Cat
digunakan untuk memperindah ruangan dengan warna yang menarik. Cat yang
biasanya sering dipakai adalah cat kayu dan cat tembok. Daya lekat antara cat
tembok dan cat kayu berbeda.
Cat kayu mempunyai
daya rekat yang lebih kuat daripada cat tembok. Bahan kimia yang ada dalam cat
tembok di antaranya adalah kalsium karbonat (CaCo), titanium dioksida (TiO),
PVAC (Poly Vinly Acrylic), kaolin, pigmen, dan air. Kalsium karbonat dan
titanium dioksida digunakan sebagai bahan baku utama dalam cat tembok. PVAC
digunakan sebagai bahan pengental dan perekat. Adapun kaolin digunakan sebagai
bahan pengisi dan pigmen sebagai bahan untuk memberikan warna yang diinginkan.
Bahan baku cat kayu hampir sama dengan bahan baku pada cat tembok.
Perbedaannya, pada cat kayu ditambahkan lateks (getah karet) dan sebagai
pelarutnya digunakan terpentin bukan air. Terpentin digunakan sebagai pelarut
karena dapat melarutkan lateks. a rekat yang lebih kuat daripada cat tembok.
Cat tembok mempunyai
unsur kimia seperti kalsium karbonat
(CaCo), titanium dioksida (TiO), PVAC (Poly Vinly Acrylic), kaolin, pigmen, dan
air. Kalsium karbonat dan titanium dioksida digunakan ebagai bahan baku utama
dalam cat tembok. PVAC digunakan sebagai bahan pengental dan perekat. Adapun
kaolin digunakan sebagai bahan pengisi dan pigmen sebagai bahan untuk
memberikan warna yang diinginkan.
4.1.4
Keramik
Keramik adalah material-material padat anorganik nonlogam.
Material tersebut dapat berupa kristalin atau nonkristalin. Keramik
nonkristalin meliputi gelas dan material lain dengan struktur tidak beraturan
(amorf), sedangkan yang kristalin memiliki struktur beraturan. Keramik dapat
memiliki struktur jaringan kovalen, ikatan ion, atau gabungan keduanya. Secara
umum bersifat keras, getas, dan stabil terhadap suhu sangat tinggi. Contoh umum
keramik, misalnya semen, keramik cina, bata tahan api, insulator listrik, dan
suku cadang mesin seperti. Bahan-bahan keramik berasal dari berbagai bahan
kimia meliputi silikat, oksida logam, karbida (karbon dan logam), nitrida
(nitrogen dan logam), atau alumina (Al 2 O 3 ).
Objek-objek
keramik banyak yang lebih tegar dan kuat ketika dibentuk dari campuran kompleks
dua atau lebih material. Campuran seperti ini dinamakan komposit. Komposit
lebih efektif dibentuk melalui penambahan fiber keramik ke dalam material
keramik. Pembentukan fiber keramik dapat diilustrasikan, misalnya dengan
silikon karbida (SiC) atau karborundum. Komposit keramik secara luas digunakan
sebagai alat pemotong logam. Misalnya, alumina diperkuat dengan silikon karbida
yang digunakan untuk memotong dan pengeras logam paduan berbasis nikel.
Material keramik juga digunakan untuk roda penggiling dan ampelas sebab
memiliki kekerasan yang tinggi. Beberapa keramik, seperti kuarsa (kristal SiO2)
merupakan piezo elektric. Kuarsa ini dapat membangkitkan potensial listrik jika
bahan tersebut ditekan secara mekanik. Salah satu kegunaan material keramik yang
sangat populer adalah keramik untuk lantai (tile ceramic) dengan permukaan
mengkilap. Selain memiliki nilai estetika yang indah, keramik juga dapat
melindungi panas dari bumi sehingga lantai tetap terasa dingin.
Keramik Super konduktor adalah bahan yang kehilangan
tahanan listrik jika didinginkan sampai suhu tertentu. Ini berarti, arus
listrik yang mengalir pada bahan superkonduktor tidak akan kehilangan panas,
tidak seperti arus listrik dalam bahan konduktor biasa (banyak panas terbuang).
Sekali arus dilewatkan ke dalam bahan superkonduktor, secara terusmenerus
listrik mengalir tanpa batas dan tanpa hambatan. Sifat menarik lainnya dari
superkonduktor adalah memiliki diamagnetis sempurna yang menolak semua medan
magnet secara sempurna. Senyawa, seperti itrium-barium-tembaga oksida (YBa 2 Cu
3 O 7 ) bersifat superkonduktor pada 95 K dan HgBa 2 Ca 2 Cu 3 O 8 + x memiliki
tahanan nol pada 1 atm dan 133 K. Superkonduktor dengan sifat-sifat dapat
menghantarkan arus listrik dengan tahanan nol dapat menghemat energi di dalam
banyak aplikasi, seperti generator listrik, motor listrik, dan pada chip
komputer yang lebih cepat dan lebih kecil.
Dalam pengerjaan struktur bangunan sipil masih ada bahan
lain yang digunakan, seperti besi, baja,
batu bata, juga tak terlepas dari proses kimia untuk membuatnya.
Komentar
Posting Komentar