KULIAH
KIMIA DASAR PERTEMUAN KETIGA
POLAR
Senyawa Polar Dan Non
Polar:
Untuk membedakan kedua senyawa berikut ini yakni senyawa polar dan non polar
yang dapat ditunjukan dari beberapa sisi yang diantaranya dari ciri senyawa,
distribusi elektronnya dan ukuran kuantitatif titik didih.ciri senyawa, distribusi elektronnya dan ukuran kuantitatif titik
didih.
3.1. Senyawa Polar
`Senyawa yang
terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada unsur-unsurnya. Hal
ini terjadi karena unsur yang berikatan tersebut mempunyai nilai
keelektronegatifitas yang berbeda.
3.1.1 Ciri – Ciri Senyawa Polar
Ada beberapa ciri-ciri senyawa
polar yang diantaranya yaitu:
a.
Dapat larut dalam air dan
pelarut polar lain.
b.
Memiliki kutub + dan kutub –
akibat tidak meratanya distribusi electron
c.
Memiliki pasangan elektron
bebas “apabila bentuk molekul diketahui” atau memiliki perbedaan
keelektronegatifan.
Contoh Senyawa Polar :
- Alkhol, HCI, PC13,
H2O, N2O5.
- H2O, HCL, HF, HI
dan HBr
3.2. Senyawa Non Polar
Senyawa yang terbentuk
akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada unsur-unsur yang membentuknya.
Hal ini terjadi karena unsur yang berikatan mempunyai nilai elektronegatifitas
yang sama/hampir sama.
3.2.1
Ciri-Ciri Senyawa Non
Polar
a.
Tidak larut dalam air dan
pelarut polar lain.
- Tidak memiliki
kutub + dan kutub – akibat meratanya distribusi elektron.
- Tidak memiliki
pasangan eletron bebas “bila bentuk molekul diketahui” atau
keelektronegarifannnya sama.
Contoh Senyawa Non Polar :
- C12, PC15, H2, N2.
- O2, CO2,CH4 dan
Cl2

3.3. Ukuran Kuantitatif Titik Didih Senyawa Kovalen
Dalam hal ini
untuk senyawa polar titik didihnya lebih tinggi dari pada senyawa non polar
seperti yaitu:
- Urutan titik didih, ikatan hidrogen > dipol-dipol
> non polar-non polar atau ikatan hidrogen > van der waals > gaya
london.
- Bila sama-sama polar/non polar, yang Mr besar titik
didihnya lebih besar.
Untuk senyawa karbon Mr
sama, rantai C memanjang titik didih > rantai bercabang “bulat”.
3.4. Polarisasi Ikatan Kovalen
Suatu ikatan
kovalen disebut polar, jika Pasangan Elektron Ikatan (PEI) tertarik lebih kuat
ke salah 1 atom.
Contoh 1 : Molekul HCl
Meskipun atom H dan Cl sama-sama menarik pasangan elektron,
tetapi keelektronegatifan Cl lebih besar daripada atom H.
Akibatnya atom Cl
menarik pasangan elektron ikatan (PEI) lebih kuat daripada atom H sehingga
letak PEI lebih dekat ke arah Cl (akibatnya terjadi semacam kutub dalam molekul
HCl).
Kepolaran suatu
ikatan kovalen disebabkan oleh adanya perbedaan keelektronegatifan antara
atom-atom yang berikatan.
Sebaliknya, suatu
ikatan kovalen dikatakan non polar (tidak berkutub), jika PEI tertarik sama
kuat ke semua atom.
Contoh 2 :
Dalam tiap molekul di atas, ke-2 atom yang berikatan
menarik PEI sama kuat karena atom-atom dari unsur sejenis mempunyai harga
keelektronegatifan yang sama.
Akibatnya muatan
dari elektron tersebar secara merata sehingga tidak terbentuk kutub.
Contoh 3 :
Meskipun atom-atom penyusun CH4 dan CO2 tidak sejenis, akan
tetapi pasangan elektron tersebar secara simetris diantara atom-atom penyusun
senyawa, sehingga PEI tertarik sama kuat ke semua atom (tidak terbentuk kutub).
3.5. Sifat – Sifat Senyawa Kovalen
Sifat-sifat
senyawa kovalen antara lain kebanyakan menunjukkan titik leleh rendah, pada
suhu kamar berbentuk cairan atau gas, larut dalam pelarut non polar dan sedikit
larut dalam air, sedikit menghantarkan listrik, mudah terbakar dan banyak yang
berbau.
secara umum,
senyawa polar larut dalam pelarut polar, sedangkan senyawa nonpolar larut dalam
pelarut nonpolar. Air merupakan pelarut universal yang bersifat polar.
Air akan
melarutkan senyawa-senyawa yang bersifat polar, dan sebaliknya, tidak
melarutkan senyawa nonpolar. Berdasarkan sifat pelarut air tersebut, maka kita
dapat mengetahui kepolaran suatu senyawa dengan menguji kelarutannya dalam air.
3.6. Perbedaan Senyawa Polar Dengan Non Polar
Ada beberapa perbedaan senyawa
polar dengan non polar yang diantaranya yaitu:
3.6.1 Senyawa Polar
- Dapat larut dalam
air.
- Memiliki pasangan
eketron bebas “bentuk tidak simteris”.
- Berakhir ganjil,
kecuali BX3 dan PX5.
Contoh: NH3, PCI3, H2O, HCI, HBr, SO3, N2O5, CI2O5.
3.6.2. Senyawa Non Polar
- Tidak dapat larut
dalam air.
- Tidak memiliki pasangan elektron bebas “bentuk
simteris”.
- Berakhir genap.
Contoh: F2, CI2, Br2, I2, O2, H2, N2, CH4, SF6, PCI5, BCI3.
Senyawa polar
memiliki perbedaan keelektronegatifan yang besar, perbedaan harga ini mendorong
timbulnya kutub kutub listrik yang permanen ( dipol permanent ) Jadi antar
molekul polar terjadi gaya tarik dipol permanent.
Senyawa non polar
memiliki perbedaan keelektronegatifan yang kecil, bahkan untuk senyawa biner
dwiatom ( seperti O2,H2) perbedaan keelektronegatifannya = 0 . Bila terdapat
senyawa non polar terjadi gaya tarik dipol sesaat ( gaya dispersi/
gaya london ) gaya ini terjadi akibat muatan + inti atom salah satu atom
menginduksi elektron atom lain sehingga terjadilah kutub kutub yang sifatnya
sesaat.
Komentar
Posting Komentar